Nama Lokal:Wuni
Nama Latin:Antidesma bunius
Origin (Asal)                                  :Asia Tenggara dan Australia Utara
Sebaran:India, dari Himalaya ke selatan dan timur, di Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia Indo-Cina
Perkembangbiakkan:Buni mudah diperbanyak dengan benih, juga dengan stek batang, cangkok, penempelan, dan penyambungan.
Persyaratan tumbuh        :Februari dan Maret.
Tinggi pohon                                  :15 -30 Meter
Status konservasi                           :
Musim bunga di Indonesia:bulan September dan Oktober
Musim buah di Indonesia:Februari – Maret
Deskripsi singkat:Buni berbentuk pohon yang meluruhkan daunnya, tumbuhnya sesuai dengan model arsitektur Rauh, tingginya 3-10(-30) m, batang pokoknya tegak, biasanya bercabang rendah. Daun-daunnya berseling, berbentuk lanset-lonjong, berukuran (19-25) cm X (4-10) cm, pangkalnya tumpul atau membundar, ujungnya luncip (acuminate) atau tumpul, pinggirannya rata, teksturnya menjangat, berkilap, tulang daun utama menonjol di lembaran bawah daun, panjang tangkai daun mencapai 1 cm. Perbungaan berada dl ujung atau di ketiak daun, berbentuk bulir sempit atau tandan, berbunga banyak, panjang perbungaan 6-20 cm; bunga jantan tidak bertangkai, daun kelopak mirip cawan, memiliki 3-4 cuping yang pendek, membundar, bersilia, berwarna kemerah-merahan; bakal buah yang rudimenter, berada di atas cakram berdaging; bunga betina bertangkai, daun kelopak mirip cawan-genta, bercuping 3-4, berukuran kira-kira 1 mm x 2 mm, tidak rontok; bakal buah berbentuk bulat telur sungsang, kepala putik 3-4 butir, cakramnya kecil;