1. DESKRIPSI SINGKAT

Macademia integrifolia merupakan jenis pohon yang mempunyai ukuran besar dan tinggi yang dapat mencapai 18 meter. Permukaan kulit batangnya kasar, perakarannya dangkal, dan daunnya lebar berwarna hijau tua. Bunga terdapat dalam 2-4 kelompok, ukuran bunga 12 mm Panjang, berwarna putih krem, bunga memiliki 4 kelopak (Orwa et al., 2009).

 

                                                                      DATA SUMBER BENIH

Jenis                                       : Macadamia integrifolia

Nama Lokal                          : Macademia

Luas                                       : 2 Ha

Kelas Sumber Benih           : APB

Lokasi                                    : Sempol, Ijen, Bondowoso, Jawa Timur

Pemilik                                  : PT. Perkebunan Nusantara XII

Alamat Pemilik                     : Jl. Rajawali No. 44 Surabaya

MUTASI BENIH

Potensi Produksi Benih   : 100 Kg/pohon

Karakter Benih                  : Ortodoks

Panen                                 : 350 kg

Sisa                                     : –

                                                               LINK VIDEO YOUTUBE                                  

https://www.youtube.com/watch?v=7YRiJbYaZ-o&t=73s

 

                                                              DAFTAR PUSTAKA

Orwa, C, A. mutual, R. Kindt, R. Jamnadass, dan A. Simons. 209. Agroforestree database: A tree species reference and selection guide version 4.0. World Agroforestry Centre ICRAF. Nairobi.

 

                                                   BAHAN BACA TENTANG MAKADAMIA

Mengenal Tanaman Populer Tahun 2017 :  Makademia

Oleh : Ardianto Bagus UP

 

I. PENDAHULUAN 

Makadamia adalah pohon yang begitu populer dan menjadi trending topik di tahun 2017, julukan sebagai tanaman kacang termahal begitu melekat pada sosok tanaman populer ini yang begitu dicari. Kacang Macademia, salah satu kacang yang juga dibudidayakan di Indonesia. Harga kacang jenis ini menjadi termahal di dunia lantaran dikaitkan dengan alasan bahwa Pohon Macadamia harus menunggu 7-10 tahun untuk menghasilkan kacang yang berbeda dengan penghasil kacang yang selama ini kita mengenalnya hanya butuh beberapa bulan saja. Kacang Macadamia dihargai sangat mahal bukan hanya karna rasa yang lembut, tetapi juga karena minyak yang dihasilkan. Biji kacang macadamia dapat menghasilkan minyak hinggal 80%. Minyak ini berguna untuk kosmetik, terutama untuk produk perawatan kulit, karena merupakan alternatif untuk minyak mink (pelembab extra untuk kulit).

Sebenarnya tanaman kacang ini sejak lama sudah tumbuh di Indonesia yaitu sejak tahun 1971 bibit kacang ini dibawa dari Hawaii dan ditanam di Perkebunan milik PTPN XII sebanyak 105 bibit. (Sumber : Suyanto K MS/PenelitiKacang Makademia). Pertumbuhan hasil penanaman tersebut berhasil cukup bagus bahkan berbuah cukup lebat namun bentuk tajuk dan  daun cukup menampakkan perbedaan satu dengan yang lain yang mungkin disebabkan perbedaan Topografinya atau letak ketinggian penanaman di daerah Bondowoso. Saat ini bukan saja di Bondowoso tanaman makademia berkembang, ada beberapa pengada/pengedar tanaman hutan di Banyuwangi juga mulai mengembangkan tanaman ini disebabkan potensi ekonominya cukup tinggi.

Pada Tahun 2018 UPT PTH akan mencoba untuk mulai mengembangkan budidaya tanaman ini untuk membantu para pengada/pengedar dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas variasi pengembangan benih dan bibit yang selama ini hanya terfokus pada tanaman sengon dan jati. Tidak kalah pentingnya untuk diversifikasi tanaman dalam kegiatan RHL dan pengembangan hutan rakyat di Jawa Timur.

2. MENGENAL MAKADAMIA

Makadamia merupakan tumbuhan asli family Proteaceae, genus Macadamia F. Muell, yang terdiri dari delapan spesies. Tujuh spesies merupakan tumbuhan asli bagian timur Australia, yakni Macadamia claudiensis; Macadamia grandis; Macadamia integrifolia; Macadamia jansenii; Macadamia ternifolia; Macadamia tetraphylla; dan Macadamia whelanii. Satu spesies berasal dari Indonesia (Sulawesi), yakni Macadamia hildebrandii. Genus tumbuhan ini diberi nama makadamia, untuk menghormati ahli botani yang pernah menelitinya, yakni John Macadam. Nama lainnya adalah Queensland nut, Bush nut, dan Maroochi nut. Masyarakat Aborigin, menyebutnya names Kindal Kindal dan Jindilli. (sumber : Puslibangbun Bogor).

Daun makadamia berwarna hijau gelap, dengan permukaan licin mengkilap. Bentuk daun lanset seperti gada kecil. Bagian ujung daun membulat, lebih lebar dari bagian pangkalnya. Panjang daun 15 cm, dengan lebar 5 cm. Bunga makadamia berbentuk seperti sikat halus sepanjang 15 cm, dengan warna mulai dari putih, pink, purpel, dan bertepal empat. Bunga keluar dari salah satu ketiak daun pada ranting-ranting yang kecil. Kacang macadamia memiliki kulit yang berwarna gelap. Kulit tersebut sangat keras dan tebal. Di Aborigin, orang – orang biasa memecah kulit biji macadamia dengan memukulkan batu ke biji tersebut. Di balik isinya yang gelap keras, kacang macadamia memiliki warna putih agak krem. Rasanya sangat gurih dan teksturnya renyah tetapi tidak keras. Banyak orang berpendapat bahwa macadamia adalah kacang paling enak sedunia.Harga kacang jenis ini menjadi termahal di dunia lantaran dikaitkan dengan alasan bahwa Pohon Macadamia harus menunggu 7-10 tahun untuk menghasilkan kacang, dan juga kulit sangat keras padahal kacang dijual harus dalam bentuk biji kacang saja.

Di Indonesia, tanaman makadamia bisa dijumpai di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, makadamia juga bisa tumbuh dengan baik dan berbuah, juga bisa dijumpai tanaman makadamia Di Pusat Penelitian Hortikultura di Cikole, Lembang, Bandung. Saat ini, sudah dibudidayakan secara serius di Perkebunan Kalisat Jampit, dan Perkebunan Sempol di dataran tinggi Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Di perkebunan ini, makadamia sudah berbuah dan sudah diolah, meskipun volumenya masih sangat terbatas dan hanya dijual di lokasi kebun kepada para wisatawan. Sampai sekarang, dua perkebunan ini masih terus membenihkan makadamia untuk memperbanyak populasi tanaman. Di perkebunan ini, makadamia di tanam di tepi petakan tanaman kopi, serta di lereng-lereng yang tidak mungkin ditanami kopi.

Buah makadamia tumbuh pada tangkai bunga berupa dompolan. Ukuran dan bentuk buah makadamia, mirip dengan duku, hanya tangkai makadamia lebih panjang, dan warna kulitnya hijau gelap. Bagian lunak dari kulit makadamia sangat tipis, selanjutnya berupa tempurung yang sangat keras, meskipun tebalnya hanya sekitar 1 mm. Di dalam tempurung inilah terdapat “kacang makadamia” berbentuk bulat, berdiameter 3 cm berwarna putih kekuningan, lunak dan rasanya gurih. Makadamia memang merupakan salah satu tumbuhan penting penghasil kacang (nut). Komoditas nut lainnya adalah chest nut (castanea), cashew nut (mete), dan almond.

3. BUDIDAYA

Makadamia dibudidayakan terutama untuk dipanen kacang makadamianya. Meskipun banyak pula yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias. Baik sebagai elemen taman (tanaman peneduh), maupun sebagai tanaman hias dalam pot. Pemanfaatan terakhir ini terutama dilakukan oleh masyarakat di kawasan yang beriklim dingin. Setelah dipanen dan dipecah tempurungnya, biji makadamia digoreng (dengan minyak maupun dioven), kemudian dikemas dan dipasarkan. Selain dipasarkan berupa nut biasa, makadamia juga merupakan pengisi cokelat bulat, dengan biji makadamia utuh di dalamnya. Hingga nilai ekonomis makadamia cukup tinggi.

Dari delapan spesies makadamia itu, hanya dua spesies M. integrifolia dan M. tetraphylla, yang dibudidayakan secara komersial. Dua spesise makadamia malahan beracun, yakni M. whelanii and M. ternifolia. Namun racun cyanogenic glycosides, yang terkandung dalam bijinya, bisa dinetralkan dengan proses pengeringan dan penggorengan lebih lama. Masyarakat Aborigin tetap mengkonsumsi dua spesies makadamia ini, karena mereka tahu betul cara menetralkan racunnya. Makadamia yang dibudidayakan sekarang ini, umumnya merupakan hibrida antara M. integrifolia atau M. tetraphylla, dengan M. tetraphylla yang sudah sangat langka, yang diketemukan di gunung Bauple, dekat Maryborough, sebelah tenggara Queensland.

Pohon Macadamia membutuhkan tanah subur kaya unsur hara, suhu yang sejuk sehingga banyak dijumpai di dataran tinggi sehingga tidak semua zona tropis cocok untuk macadamias hidup. Tingginya mencapai 20 m, menghasilkan cluster bunga yang putih atau merah muda dan harum, sekitar 300-600 bunga muncul dalam semprotan. Setiap semprot bunga memproduksi hingga 20 kacang-kacangan, yang memiliki hijau, sekam berserat dan keras, kulit luar disebut pericarps. Para pericarps dibagi sebagai kacang matang di pohon. Setiap kacang (termasuk kernel di cangkangnya) adalah sekitar 1 (2,5 cm) di diameter. Untuk perbanyakan melalui generatif dan vegetatif (stek pucuk). Pohon makademia termasuk pohon yang cukup lama dengan pemangkasan diusia 25 tahun sehingga pohon yang survive namun dengan adanya perlakuan terlebih dulu.

4. KHASIAT

1. Sebagai obat kolesterol tinggi.. Hasil sebuah uji coba juga membuktikan bahwa kacang Makademia nila dikonsumsi 74 gr/hari dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 5,3%.

2. Kacang Makadamia adalah sumber vitamin E yang cukup tinggi dan baik sebagai antioksidan, melawan penyebab masalah jantung dan stroke karena mampu membantu pencegahan kerusakan sel di dalam tubuh, bersama asam lemak juga berfungsi meremajakan sel-sel bawah kulit untuk mencegah keriput dan memicu sel baru.

3. Mengandung banyak vitamin B. Ini berguna untuk proses  metabolisme dan proses pertumbuhan

4. Kandungan potasium yang ada dalam kacang Makadamia membantu kerja otot.

5. Sebagai obat diet sebab kacang Makadamia memiliki lemak dan kalori yang tinggi. Maka dari itu, bagi yang hobi makan camilan, Makadamia sangat cocok untuk dikonsumsi. Kandungan kalori kacang Makadamia yaitu 7,06 kalori/gram. Kebutuhan kalori rata-rata orang per hari secara global adalah sekitar 1.800 kalori. Artinya dengan memakan Makadamia sebanyak 255 gram maka kita tidak perlu makan nasi lagi, karena kebutuhan energi tubuh kita sudah terpenuhi. Sebagai perbandingan nilai kalori pada nasi goreng = 1,93 kalori/gram dan nasi ayam = 1,11 kalori/gram. Sehingga mengkonsumsi Makadamia mampu menahan lapar sehingga konsumsi karbohidrat bisa berkurang.

6. Kandungan minyak mengandung 22% omega – 7 palitolic acid seagai bahan kosmetik dan minyak Makadamia juga sebagai lotion untuk melindungi kulit kering.

7. Kayu Makadamia sangat keras hingga pangkasan cabaang bisa dimanfaatkan untuk kayu bakar/arang

5. PENUTUP

Tanaman makademia termasuk dalam tanaman keras, makadamia baru akan mulai berbuah pada umur 7 sampai dengan 10 tahun sehingga mempunyai potensi besar untuk meningkatkan tutupan lahan dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Namun ada kelemahan tanaman makademia bila digunakan untuk kegiatan RHL yaitu perakarannya dangkal, hingga pohonnya mudah tumbang apabila diterjang angin. Akar makadamia juga rentan terhadap jamur Phytophthora. Seperti yang disebutkan diatas bahwa Kayu makadamia juga sangat keras, hingga hasil pangkasan cabang, bisa dimanfaatkan untuk bahan arang.

Dengan potensi seperti itu, makadamia layak untuk dibudidayakan di Jawa Timur secara komersial, dalam skala yang cukup luas karena banyak lokasi di Jawa Timur memiliki potensi mengembangkan tanaman kacang ini dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

6 gagasan untuk “Macadamia IJEN

  • 28/05/2023 pukul 12:30
    Permalink

    Salam hormat,
    Kami sangat tertarik untuk mengembangkan Kacang Makadamia, baik untuk orientasi produksi maupun perbaikan lingkungan.
    Kami berharap untuk dapat diberi akses pembibitannya baik dalam bentuk benih atau bibit kecil dg harga yang terjangkau.
    Mohon diberi informasi yg lengkap dan nomor telpon serta kontak person yg bisa kami hubungi.
    Salam hijau lestsri.

    Balas
    • 14/03/2024 pukul 14:24
      Permalink

      Salam hormat sobat benih, untuk pembibitan Makadamia skala kecil belum ada saat ini. Jika membutuhkan dalam skala besar dapat menghubungi PT Perkebunan Nusantara XII yang memiliki sumber benih tanaman hutan jenis Makadamia.
      Salam Lestari.

      Balas
  • 12/08/2023 pukul 07:41
    Permalink

    Saya tertarik untuk mencoba menanam pohon kacang Macadamia ini, di manakah saya bisa mendapatkan bibit yang stek-annya ? Dan berapa harganya ?

    Balas
    • 14/03/2024 pukul 14:28
      Permalink

      Jika Sobat Benih membutuhkan bibit Makadamia dalam skala besar dapat menghubungi PT Perkebunan Nusantara XII yang memiliki sumber benih tanaman hutan jenis Makadamia.

      Balas
  • 15/05/2024 pukul 10:13
    Permalink

    Untuk 1 hektar lahan, 500 – 800mdpl, apakah bisa ditanami macademia?

    Balas
    • 17/05/2024 pukul 08:27
      Permalink

      Halo sobat benih, untuk luasan sepertinya tidak masalah bapak. Makadamia umumnya cocok ditanam pada habitat kopi bapak, jadi ketinggian sekitar 400-2.100 mdpl mungkin dan memiliki kelembapan atmosfer yang rendah. Kelembapan juga perlu diperhatikan karena jika terlalu lembap Makadamia cenderung tidak berbuah. Kelembapan yang rendah dapat ditandai dengan perbedaan drastis antara suhu siang dan malam hari.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat WA Pelayanan