Nama Lokal Nama Latin Origin (Asal) : : : Sengon Buto
Enterolobium cyclocarpum Griseb
Amerika
Sebaran   :   Sebaran alami sengon buto yaitu dari daerah tropis Amerika terutama di bagian utara, tengah dan selatan Mexico.
Perkembang biakkan :   Generatif melalui biji dan Vegetatif melalui cangkok atau sambungan.
Persyaratan Tumbuh :   Pohon Sengon Buto dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpI dengan curah hujan 600 – 4800 mm/tahun. Bisa tumbuh pada tanah berlapisan dalam drainase baik, Toleran terhadap tanah berpasir dan asin tapi bukan pada tanah berlapisan dangkal. Tahan terhadap suhu dingin.
Tinggi Pohon : Umumnya sekitar 30 sampai 45 meter.
Status Konservasi :   Resiko rendah (IUCN)
Musim Bunga di Indonesia : Biasanya bunga ini mekar pada saat musim peralihan/pancaroba dari kemarau ke musim penghujan sepanjang tahun.
Musim Buah di Indonesia :   Biasanya buah muncul ketika musim penghujan atau musim bunga terlewati sepanjang tahun.
Deskripsi Singkat : Pohon sengon banyak ditanam di Indonesia karena memiliki kegunaan. Mulai dari kayunya yang dapat dijadikan bahan interior hingga bijinya yang dapat diolah sebagai makanan ringan. Di Indonesia, spesies pohon sengon terbanyak adalah Albizia chinensis dan Paraserianthes falcataria (sengon laut). Padahal, tanaman yang berasal dari famili Fabaceae ini memiliki banyak jenis lain. Salah satunya sengon buto (Enterolobium cyclocarpum). Dibandingkan dengan jenis lainnya, pertumbuhan sengon buto dinilai paling cepat dan memiliki kayu yang besar. Kayu sengon buto biasa digunakan untuk pembuatan papan, peti-peti pengemas, venir, pulp (bubur kayu), papan serat (fiber board), papan partikel (particle board), papan lapis (blockboard), korek api, kelom (alas kaki) dan kayu bakar.  
Pustaka : http://eprints.umm.ac.id/35885/3/jiptummpp-gdl-cahyafadhi-50022-3-babii.pdfhttps://starfarm.co.id/budidaya-sengon-buto
https://toko.sentratani.com/Jual-benih-sengon-buto