Nama Lokal:Sawo
Nama Latin:Manilkara zapota
Origin (Asal)                                  :Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah Guatemala, Meksiko dan Hindia Barat. Bangsa Spanyol sebagai penjajah membawa buah ini dari Meksiko ke Filipina, dan kemungkinan dari sana menyebar ke
Sebaran:Asia Tenggara. Kini sawo manila telah ditanam di banyak daerah tropis di dunia
Perkembangbiakkan:Generatif (Biji) Vegetatif (Stek/Okulasi)
Persyaratan tumbuh        :Sawo manila banyak ditanam di daerah dataran rendah, meski dapat tumbuhdengan baik hingga ketinggian sekitar 2500 m di atas permukaan laut. Pohonsawo tahan terhadap kekeringan, Salinitas yang agak tinggi, dan tiupan anginkeras.
Tinggi pohon                                  :30 – 40 cm
Status konservasi                           :Saat ini status eksistensinya masuk dalam kategori Least Concern/LC menurut data IUCN Redlist 2020.
Musim bunga di Indonesia:Agustus
Musim buah di Indonesia:September – Desember
Deskripsi singkat:Sawo manila merupakan buah yang sangat populer di kawasan Asia Tenggara. Wilayah ini merupakan produsen dan juga sekaligus konsumen utama buah sawo di dunia (Astawan, 2008). Kebanyakan buah sawo manila dikonsumsi dalam keadaan segar (Orwa dkk., 2009). Sawo yang siap untuk dikonsumsi adalah sawo yang sudah matang. Sawo yang memiliki kualitas baik adalah sawo yang empuk dan berwarna cokelat tua (Astawan, 2010).