Daun Salam
Pohon Salam
Nama Lokal : Salam, ubai serai, manting, gowok
Nama Latin : Syzygium polyanthum
Origin (Asal)                                   : Asia Tenggara, seperti Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan dan Jawa.
Sebaran : Sebaran alami pohon Daun Salam meliputi wilayah tropis Asia seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei, dan Indonesia. Selain itu daun salam juga bisa ditemukan di India. Habitat Asli tumbuhan berbuah manis ini adalah ekosistem terestrial dataran rendah (Hutan Hujan Primer, Hutan Hujan Sekunder, Padang Rumput / Savannah / Scrubland).
Perkembangbiakkan : Bibit untuk penanaman dapat berasal dari biji dan stek.
Persyaratan tumbuh         : Tanaman salam di Indonesia tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 300 hingga 700 mdpl dengan suhu udara 25 sampai 30 derajat Celcius dan curah hujan merata. Jenis tanah yang cocok adalah tanah berstruktur liat berpasir dengan kadar organik tinggi dan pH sekitar 5,5 sampai 6,5.
Tinggi pohon                                   : Tinggi sekitar 18 meter sampai dengan 27 meter batang tegak lurus bentuk batangnya bulat dengan bagian permukaan beralur dan batangnya bersifat kuat dan keras.
Status konservasi                            : Tidak Dilindungi.
Musim bunga di Indonesia : Maret-Mei.
Musim buah di Indonesia : April.
Deskripsi singkat : Pohon salam mempunyai beberapa kandungan bahan kimia yang bermanfaat seperti minyak atsiri, flavonoida, dan juga tannin. Selain itu, tanaman ini juga mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B9. Terdapat pula kandungan karbohidrat, kalori, mineral, dan serat.