Nama Lokal
Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
Origin (Asal)

:
:
: : : : : : :

Puspa
Plantae
Magnoliophyta
Magnoliopsida
Ericales
Theaceae
Schima
Shcima wallichii
India, Nepal, Burma, China, Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, Indonesia, Brunei, Filiphina, Papua Nugini
Sebaran : Penyebaran jenis puspa di Indonesia menyebar di sebagian pulau Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan juga di seluruh pulau Jawa (Buharman et al. 2011). Bloembergen (1952) dalam Aprianti (2013) menyebutkan penyebaran secara alami jenis puspa di Indonesia terdapat di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat pada ketinggian 1000-1500 mdpl.
Perkembangbiakkan : Generatif melalui biji
Persyaratan tumbuh         : Puspa juga termasuk salah satu jenis tumbuhan dataran tinggi yang dapat tumbuh di lahan kritis, sehingga mampu merestorasi hutan pegunungan yang rusak oleh kegiatan seperti pertambangan dan perambahan (Setyawan 2000). Tumbuhan ini tumbuh berkelompok membentuk hutan primer maupun sekunder.
Tinggi pohon                                   : Puspa berhabitus pohon dengan tinggi mencapai 20 m, memiliki ciri khas pada daun yang berwarna merah ketika muda. Puspa memiliki resistensi yang tinggi, tergolong ke dalam tanaman fire tolerant. Berakar tunggang. Batang bulat berwarna kecoklatan. Memiliki kulit kayu yang tebal dan memiliki kayu teras berwarna coklat kemerahan. Daun berwarna kemerahan ketika muda dan berwarna hijau ketika tua. Berbentuk lonjong – jorong dengan ujung daun runcing dan tepi daun halus – bergerigi. Bunga termasuk bunga tunggal yang tumbuh pada bagian ketiak pada ujung ranting. Bunga memiliki mahkota berwarna putih yang saling melekat pada pangkal. Buah berbentuk bulat dengan biji memiliki sayap.
Status konservasi                            : Pada tahun 2000 kayu eboni (D. celebica) telah dimasukan dalam IUCN Red List of Threatened Species dengan kategori Vulnerable (VU A1 cd) yang artinya berada pada batas resiko tinggi untuk punah dan sangat rentan terhadap eksploitasi
Musim buah di Indonesia : Berbuah setiap tahun dan terbanyak pada bulan Agustus-November. Jumlah buah per kg 196.000-267.000 benih.
Deskripsi singkat    






Pustaka
 :


  



:     
Pohon ini sering dimanfaatkan sebagai pelindung serta untuk reklamasi lahan dan reboisasi daerah tangkapan air, ditanam di taman atau hutan kota. Kayunya dapat dipakai sebagai bahan bangunan, bahan pulp dan kertas. Pepagan menghasilkan zat pewarna yang digunakan untuk menyamak kulit. Di Jawa Barat dipakai untuk menuba ikan.

Jurnal Silvikultur Tropika Vo. 12 No. 2 Agustus 2021, Hal 86-94 p-ISSN: 2086-8277 e-ISSN: 2807-3282. Penyebaran Jenis Puspa (Shcima wallichii (DC.) Korth) Di Resiort Kawah Ratu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.
wikipedia