Nama Lokal : Pulai
Nama Latin : Alstonia scholaris
Famili : Apocynaceae
Origin (Asal)                                : Sulawesi, Indonesia
Sebaran   : Tersebar luas di Asia Pasifik mulai dari India dan Sri Lanka sampai daratan Asia Tenggara dan Cina Selatan, seluruh Malaysia hingga Australia Utara dan Kepulauan Solomon. Pulai mempunyai sebaran alami hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pulai Gading (Alstonia scholaris (L.) R.Br.) dapat ditemukan di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur), Bali, Sumatera (Palembang, Jambi, Riau, Sumatera Barat, Lampung), Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya. Untuk jenis Pulai Darat Alstonia angustiloba Miq.), di Indonesia penyebarannya terdapat di Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
Persyaratan tumbuh         : Toleran terhadap berbagai macam tanah dan habitat, banyak dijumpai di dataran rendah/pesisir dengan curah hujan tahuanan 1.000-3.800 mm. juga dijumpai pada ketinggian di atas 1.000 mdpl. Dapat tumbuh di atas tanah dangkal. Tidak tumbuh pada sebaran alami yang suhunya kurang dari 8°C, yang menunjukkan jenis Pulai tidak tahan udara dingin
Tinggi pohon                                   : Tinggi dapat mencapai 40 meter, dengan diameter 60-100 cm.
Status konservasi                            : Saat ini status eksistensinya masuk dalam kategori Least Concern/LC menurut data IUCN Redlist 2020.
Musim bunga di Indonesia : Pada umumnya pada bulan Mei-Agustus
Musim buah di Indonesia : Pada umumnya pada bulan Mei-Agustus
Pemanfaatan : Pulai dapat dimanfaatkan kayunya untu, konstruksi ringan saja karena kayunya tidak awet, atau untuk kayu bakar dan pulp. Pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan karena daunnya hijau mengkilat, rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan. Kulitnya digunakan untuk bahan baku obat. berkhasiat untuk mengobati penyakit radang tenggorokan dan lain-lain
Deskripsi singkat : Termasuk jenis yang selalu hijau/tidak gugur daun. Secara komersil, pohon pulai mulai banyak diminati penggemarnya. Pemburu pohon pulai biasanya membeli pohon ini untuk dijadikan bonsai. Perawatannya yang mudah dan daya adaptasi terhadap lingkungan yang baik, membuat pohon ini mulai digemari peminatnya. Hamparan pohon pulai dapat juga ditemukan disepanjang pantai yang dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan dan pemecah gelombang pasang