Nama Lokal
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
: : : : : :Petai
Spermatophyta
Dicotyledone
Fabales
Fabaceae
Parkia
Nama Latin:Parkia speciosa
Sebaran  :Tumbuhan ini tersebar luas di Nusantara bagian barat. 
Persyaratan tumbuh        :Tanaman petai dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Namun tanaman ini akan tumbuh baik dan berproduksi tinggi pada daerah antara 500 – 1.000 m di atas permukaan laut.
Tinggi pohon                                  :Parkia speciosa merupakan tanaman bermanfaat yang tumbuh di daerah trofis, salah satunya di Indonesia. Parkia speciosa adalah pohon dengan tinggi hingga 15-40 dengan diameter 50-100 cm. Branchlets berbulu. Parkia speciosa memiliki polong tidak bertepung, menggelembung di tiap ruas bijinya, biji membulat telur, lebar dan lunak, kulit biji tipis berwarna putih dan berwarna jingga jika masak. Biji Parkia speciosa tesusun rapi dalam kulit buah yang menggantung di pohon dan pada setiap 7 kulit buah berisi 10-18 biji berukuran besar (Orwa et al., 2009; Rugayah, Hidayat dan Hafid, 2014). Parkia speciosa ditandai dengan daun yang berujung tumpul dan memiliki pinak daun 3-4 pasang. Bagian pangkal basal Parkia speciosa memiliki aurikel runcing. Dilihat dari ketebalan daunnya, Parkia speciosa memiliki daun yang tebal. Karakter anatomi daun, rongga selnya lebih banyak. Tebal lamina daunnya adalah 121 – 150.04 µm. Ragam stomata Parkia speciosa adalah anomositik dan dinding selnya memiliki lekuk dangkal (Rugayah, Hidayat dan Hafid, 2014).
Status konservasi:Not extinct
Musim buah di Indonesia:Dalam satu musim biasanya setiap pemetik petai (renjer) bisa mendapatkan hasil satu hingga tiga ton per minggu, dan musim puncak berada pada periode Agustus hingga Desember.
Pemanfaatan:Kulit buah petai yang selama ini menjadi limbah organik, ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kulit buah petai menunjukkan adanya efek hipoglikemik, aktivitas antioksidan dan antibakteri. Kulit buah petai mengandung senyawa metabolit sekunder golongan saponin, flavonoid, dan tanin (Kamisah dkk., 2013). Salah satu tumbuhan obat yang telah diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan adalah petai (Parkia speciosa Hassk), baik pada biji maupun kulit bagian luar dan dalamnya. Petai banyak ditemukan di Asia Tenggara. Bijinya sering dikonsumsi masyarakat, baik dalam kondisi segar maupun diolah bersama bahan pangan lainnya. Biji petai memiliki khasiat untuk mengobati penyakit lever (hepatalgia), edema, radang ginjal (nefritis), diabetes, kanker, kolera dan cacingan. 8 kulit buah petai bagian dalam (prikarp) juga dapat dimakan bersamaan dengan bijinya karena dipercaya berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Selain berpotensi sebagai antidiabetes, biji dan kulit buah petai juga telah diketahui mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan dengan nilai konsentrasi penghambatan 50% (IC50) sebesar 26 mg/L pada biji, 3,90 mg/L pada kulit bagian luar, dan 46,90 mg/L pada kulit bagian dalam (Kurniawati, 2014). Keanekaragaman Hayati DI Yogyakarta. 12 April 2017. Diakses tanggal 11 Juli 2020. trade winds fruit. Diakses tanggal 11 Juli 2020.
Referensi                  :                                                https://repository.unsri.ac.id/915/2/RAMA_48201_08061181419027_0010127203_02.pdf https://id.wikipedia.org/wiki/Petai https://eprints.umm.ac.id/83895/3/BAB%20II.pdf

2 gagasan untuk “Petai (Parkia speciosa)

  • Agustus 28, 2023 pukul 11:18 am
    Permalink

    Could you provide information about the botanical features and potential uses of Petai (Parkia speciosa)?

    Balas
    • Maret 14, 2024 pukul 2:38 pm
      Permalink

      Hello Seed Buddy, hope next post we can provide that. Sustainable Regards. Thanks

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *