Nama Lokal Nama Latin Origin (Asal) : : : Kesambi
Schleichera oleosa
Asia
Sebaran   :   Asal usul penyebaran kesambi merentang sejak kaki Pegunungan Himalaya dan Dataran Tinggi Dekkan bagian barat di anak benua India, terus ke Srilangka hingga Indocina. Kemungkinan pada masa lampau tumbuhan ini dibawa masuk ke kawasan Malesia, termasuk Indonesia, dan kemudian meliar di sana. Di Indonesia terutama ditemukan di wilayah-wilayah dengan musim kemarau yang kuat, mulai dari belahan timur Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku (Seram dan Kepulauan Kai); liar atau ditanam.
Perkembang biakkan :   Generatif melalui biji dan vegetatif melalui cangkok, okulasi, stek dan sambungan.
Persyaratan Tumbuh :   Kesambi ditemukan tumbuh di daratan rendah yang beriklim kering sampai ketinggian 600 mdpl, biasanya ditanam pada daerah pantai sampai ketinggian 250 mdpl. Di Jawa sendiri kesambi ditemukan pada ketinggian rendah, namun dapat juga ditemukan pada ketinggian 900-1.200 mdpl. Kesambi membutuhkan curah hujan tahunan 750-2.500 mm.Tumbuhan ini mampu hidup pada suhu maksimum 35-47,5oC dan suhu minimum 2,5oC. Kesambi tumbuh pada tanah kering, hingga terkadang pada tanah yang berawa. Kondisi tanah kadang berbatu, kerikil, dan liat, memiliki drainase yang baik dan lebih disukai tanah yang sedikit masam. Kawasan hutan produksi yang tidak produktif dan lahan kritis di luar kawasan hutan dapat ditanami kesambi.
Tinggi Pohon : Umumnya sekitar 30 sampai 40 meter.
Status Konservasi :   IUCN : resiko rendah
Musim Bunga di Indonesia : Di Indonesia kesambi berbunga dan berbuah hampir sepanjang tahun, dengan musim buah masak umumnya pada bulan Januari – Februari.
Musim Buah di Indonesia :   Biasanya buah muncul setelah musim bunga terlewati.
Deskripsi Singkat : Pohon kesambi dapat mencapai tinggi hingga 40m, dengan diameter batang hingga  2m. Biasanya batang pohon kesambi selalu bengkok dan bermata kayu serta berbanir. Kulitnya halus, berwarna abu-abu. Batangnya silindris, berkerut, dan tipis, berbulu pendek berwarna kuning kemerahan ketika muda dengan kelenjar tertentu, hitam, kemudian coklat kekuningan seperti abu. Daunnya bersirip genap, anak daun terakhir seringkali seperti ujung anak daun. Bentuk daunnya lanset, berseling, panjang 11-25 cm, lebar 2-6 cm, tepi rata, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai bulat, panjang + 1 cm dan berwarna hijau. Bunga terletak pada bagian cabang yang tidak berdaun, kadang-kadang terletak diketiak daun, warna kuning pucat hingga hijau pucat. Bunga kesambi adalah bunga majemuk, berbentuk tandan, di ketiak daun atau ujung batangan, kelopak 4-6 lembar, bersatu di pangkal, berduri, hijau dan warna mahkotanya putih. Buah dan biji berbentuk bulat dengan diameter biji 6-10 cm, buah terdiri atas 1-2 biji, biji dikelilingi oleh kulit berwarna cokelat kehitaman. Termasuk akar tunggang dan berwarna cokelat muda.
Pustaka : https://id.wikipedia.org/wiki/Kesambi http://benih-bogor.litbang.menlhk.go.id/assets/files/KESAMBI.pdf