Nama Lokal:Kepuh
Nama Latin:Sterculia foetida
Origin (Asal)                                  :Afrika Tropis
Sebaran:Afrika Timur, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara
Perkembangbiakkan:Benih
Persyaratan tumbuh        :Kepuh dapat ditemui pada daerah yang mempunyai ketinggian di bawah 500 mdpl dan terletak di bag ian timur pulau ini (Heyne, 1987 : 1353). Sementara di Malaysia, berbeda dengan hampir semua spesies yang ada yang penyebarannya terbatas pada hutan hujan di tanah kering dan rawa-rawa, yaitu pada ketinggian sekitar 0 – 1.400 mdpl. Jenis Sterculia foetida ini tumbuh pada ketinggian mulai dari 0 – 1000 m dpl (Herdiana, 2005)
Tinggi pohon                                  :Mampu tumbuh hingga 40 meter
Status konservasi                           :Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, ketapang berstatus Least Concern (LC). Artinya, pohon ketapang termasuk jenis flora yang aman dan tidak terancam kepunahannya.. Karena jumlah populasi ketapang masih stabil. Hal ini seimbang dengan tingkat persebaran tumbuhan ini yang hampir dapat ditemui diseluruh dunia.

Musim bunga di Indonesia:Juni – Juli
Musim buah di Indonesia:Agustus – September
Deskripsi singkat:Kepuh merupakan salah satu jenis pohon kerabat jauh kapuk randu yang sering disebut sebagai randu alas karena banyak tumbuh di hutan atau disebut pranajiwa. Tanaman yang dalam bahasa latin dinamakan Sterculia foetida Linn ini mampu tumbuh tinggi dengan diameter batang yang besar. Kepuh dalam bahasa inggris sebagai “wild almond” karena bentuk bijinya seperti biji almond. Bijinya rasanya juga gurih dan berlemak.. Di. Indonesia nama lain Kepuh banyak sekali diantaranya halumpang (Batak), kepoh, koleangka (Sunda), Kepuh, kepoh, jangkang ( Jawa), jangkang, kekompang (Madura), Kepuh, kepah, kekapahan (Bali), kepoh, kelompang, kapaka, wuka, wukak (NTT), bungoro, kalumpang (Makassar), alumpang, alupang, kalupa (Bugis), kailupa furu, kailupa buru (Maluku Utara). (Wikipedia, 2013). Pohon ini kerap didapati di hutan-hutan pantai di Bali dan juga di Jawa. Pohon yang cepat tumbuh ini keberadaannya mulai jarang ditemui, oleh karenanya tanaman Kepuh ini sudah dikatagorikan Langka. Saat ini tanaman Pranajiwa saat ini hanya ditemukan dibeberapa tempat yang dianggap keramat seperti kuburan, punden ataupun tempat-tempat yang jauh dari keramaian manusia. Karena keberadaannya inilah tanaman pranajiwa dinamakan sebagai tanaman “gendruwo”.