Kingdom

Divisi

Kelas

Ordo

Family

Genus

Species

:

:

:

:

:

:

:

Plantae

Tracheophyta

Magnolipsida

Ericales

Sapotaceae

Chrysophyllum L

Chrysophyllum cainito L

Nama lain

:

Sawo duren, kenitu, genitu, sawo ijo, sawo hejo, star apple (Inggris), sawu duren, pepulut (Malaysia), chicle durian (Singapura), sataa appoen (Thailand).

Origin/Asal

:

Sawo duren berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Hindia Barat.

Sebaran

 

:

 

Karena manfaatnya, kini sawo duren telah menyebar ke seluruh daerah tropis. Di Asia Tenggara, sawo duren banyak ditanam di Filipina, Thailand dan Indocina bagian selatan.

Perkembang biakkan

:

 

Generatif melalui biji dan vegetatif melalui cangkok, okulasi, stek dan sambungan.

Persyaratan Tumbuh

:

 

Tumbuh alami di dataran rendah, jenis ini banyak dibudidayakan di daerah yang

beriklim basah sampai kering pada ketinggian sampai 1200 m dpl, dengan curah

hujan 2.000-3.000 mm/tahun dan suhu antara 22-32 C. Sawo duren tumbuh

optimal di daerah pesisir (pantai) sampai ketinggian 400 meter dpl.

Tinggi Pohon

:

Umumnya sekitar 30 meter.

Status Konservasi

:

 

Termasuk jenis yang perlu dilindungi.

Musim Bunga di Indonesia

:

Biasanya bunga ini mekar pada saat musim peralihan/pancaroba dari kemarau ke musim penghujan sepanjang tahun. Setelah tanaman berumur 3-4 tahun barulah dapat berbunga. 

Musim Buah di Indonesia

:

 

Biasanya buah muncul ketika musim penghujan atau musim bunga terlewati sepanjang tahun. Ciri buah Sawo Duren yang telah benar-benar matang memiliki kulit buah berwarna hijau muda berkilat atau coklat kuningan untuk kultivar hijau dan lembayung pucat hinggalembayung tua untuk kultivar lembayung.

Deskripsi Singkat

:

–            Pohon yang selalu hijau dan tumbuh cepat, tinggi hingga 30 m, dengan batang berkayu, silindris, tegak, pepagan berpermukaan kasar berwarna cokelat, abu-abu gelap sampai keputihan; dengan banyak bagian pohon yang mengeluarkan lateks getah putih yang pekat manakala dilukai.

–            Daun tunggal berwarna coklat-keemasan (chrysophyllum berarti daun yang berwarna keemasan), karena bulu-bulu halus yang tumbuh terutama di sisi bawah daun dan di rerantingan; permukaan atasnya lekas gundul dan berwarna hijau cerah. Duduk daun berseling, memencar, bentuk lonjong sampai bundar telur terbalik, 3-6 x 5-16 cm, seperti kulit, bertangkai 0,6-1,7 cm panjangnya.

–            Perbungaan terletak di ketiak daun, berupa kelompok 5-35 kuntum bunga kecil-kecil bertangkai panjang, kekuningan sampai putih lembayung, harum manis. Kelopak 5 helai, bundar sampai bundar telur; mahkota bentuk tabung bercuping 5, bundar telur, panjang sampai 4 mm.

–            Buah buni berbentuk bulat hingga bulat telur sungsang, berdiameter 5–10 cm, dengan kulit buah licin mengkilap, coklat keunguan atau hijau kekuningan sampai keputihan. Kulit agak tebal, liat, banyak mengandung lateks dan tak dapat dimakan. Daging buah putih atau keunguan, lembut dan banyak mengandung sari buah, manis, membungkus endokarp berwarna putih yang terdiri dari 4-11 ruang yang bentuknya mirip bintang jika dipotong melintang. Biji 3-10 butir, pipih agak bulat telur, coklat muda sampai hitam keunguan, keras berkilap.

Pustaka

:

–    https://id.wikipedia.org/wiki/Sawo_duren

–    IPB Pres, Kampus IPB Taman Kencana No.3, Bogor 16151

–    https://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/star_apple.html

–    https://www.faunadanflora.com/panduan-lengkap-budidaya-sawo-duren-agar-cepat-berbuah/