Nama Lokal : Gaharu
Nama Latin : Aquilaria malaccensis
Famili : Themeleaceae
Origin (Asal)                                   : Malaysia, Thailand, India
Sebaran : Jawa, Kalimantan, Sumatera
Perkembangbiakkan : Secara generatif dan vegetatif
Persyaratan tumbuh         : Aquilaria sp. dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-750 mdpl, suhu antara 20-33 °C, kelembapan berkisar 77-85%, intensitas cahaya antara 56-75%, serta keadaa tanah subur, sarang, dan drainase baik. Kuantitas pertumbuhan gaharu di suatu posisi geografis tanam juga dipengaruhi oleh faktor tanah.
Tinggi pohon                                   : Tinggi dapat mencapai 40 meter, memiliki diameter batang sekitar 40-60 cm
Status konservasi                            : Pada tahun 1994, konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) di Amerika Serikat menetapkan bahwa pohon gaharu spesies A. malacensis masuk ke dalam Apendix IIyaitu tanaman yang dibatasi perdangannya
Musim bunga di Indonesia : April-Mei
Deskripsi singkat : Gaharu memiliki permukaan batang licin, warna keputihan, kadang beralur dan kayunya agak keras. Memiliki bentuk daun lonjong agak memanjang, panjang 6-8 cm, lebar 3-4 cm, bagian ujung meruncing. Bunga terdapat pada ujung ranting, ketiak daun, berbentuk lancip. Buahnya berbentuk bulat telur yang tertutup rapat oleh rambut-rambut yang berwarna merah. Kayu gaharu memiliki bobot yang berat dengan tekstur keras sehingga terlihat sangat kokoh dan kuat. Apa yang membuat kayu tersebut begitu berat? ini karena adanya getah di dalam batang kayu tersebut. Semakin banyak getah yang dihasilkan akan berpengaruh terhadap berat bobot pada batang pohon tersebut. Batang tersebut lalu digunakan sebagai kayu berkualitas tinggi. Kayu gaharu mengandung resin yang khas yang digunakan dalam industri wangi-wangian karena berbau harum Aquilaria malaccensis merupakan salah satu spesies penghasil gaharu di Indonesia. Senyawa gaharu terbentuk sebagai respon pertahanan pohon gaharu terhadap berbagai gangguan seperti gangguan fisik, infeksi patogen, atau perlakuan kimiawi. Pembentukan gaharu dipengaruhi oleh waktu induksi, umur pohon, musim, keadaan geografis, lingkungan, dan spesies pohon. Induksi pembentukan gaharu dapat dilakukan pada pohon dewasa maupun anakan