picture:

Bisbul si Pohon Buah Mentega yang Makin Dilupa

Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
: : : : : : : Plantae
Magnoliophyta
Magnoliopsida
Ericales
Ebenaceae
Diospyros
Diospyros blancoi
Nama Lokal : Bisbul, buah mentega, velvet apple, mabolo, buah lemak
Nama Latin : Diospyros blancoi
Nama lain : Diospyros discolorDiospyros philippinensis
Origin (Asal)                                  : Philipina, Asia Timur
Sebaran : Malaysia, China, Indonesia  (Jawa Barat, Jawa Timur)
Perkembangbiakkan : Dapat berkembangbiak secara vegetatif (okulasi, cangkok)
dan generatif (biji).
Persyaratan tumbuh         : Tanaman slow growing, biasa ditemukan di dalam kawasan hutan,
dan membutuhkan cahaya.
Tumbuh di iklim tropis, dengan ketinggian 0-750 mdpl.
Suhu minimal -1oC, dan suhu terbaik untuk pertumbuhan 20-32 oC. 
Menyukai tanah bertekstur lempung dengan ph tanah 5-6.
Tinggi pohon                                   : Tinggi rata-rata tanaman mencapai 16m.
Status konservasi                            : Buah mentega masuk kategori tanaman exotic yang bisa
dibudidayakan.
Musim bunga dan buah di Indonesia : Tanaman ini bisa berbunga dan berbuah sepanjang tahun,
dimana waktu mulai berbunga hingga berbuah adalah
sekitar 4 bulan, dengan waktu panen puncak antara Maret-Mei
dan Juni-September.
Deskripsi singkat :

– Bisbul (Diospyros blancoi A. DC) dikenal juga sebagai Velvet Apple
(Inggris) atau Buah Mentega (Indonesia).
Merupakan buah yang awalnya hidup liar di hutan-hutan primer
dan sekunder Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negeri
tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul berbentuk bulat gepeng,
dengan besar kira-kira 5-12 x 8-10 cm, berbulu halus seperti beludru.
Termasuk keluarga eboni (suku Ebenaceae) dan berkerabat dengan
Kesemek dan Kayu Hitam. Tak heran jika di negeri asalnya disebut
Buah Mabolo atau Buah Berbulu.

–  Bisbul sudah cukup lama dikenal dan banyak tumbuh di Bogor .
Sudah lebih dari seratus tahun tumbuh di Bogor Selatan, masyarakat
setempat , termusuk pedagang buah, sudah menganggap buah ini
sebagai buah khas dari daerah Bogor. Berdasarkan literatur yang ada,
tanaman tersebut diintoduksi ke Jawa, Malaysia pada tahun 1881,
dan juga ke Kebun Raya Singapura, ke Calcuta di India.
Diduga , bisbul ini beredar di daerah Bogor karena imbas dari
Kebun Raya yang didirikan sejak tahun 1817.

–       Tanaman ini berbuah terus menerus sepanjang tahun.
Bisbul merupakan tanaman hias pohon yang indah dengan
ketinggian mencapai hingga 30 m, tapi umumnya hanya sekitar
15 m atau kurang. Berbatang lurus, dengan diameter batang 50 cm,
bercabang mendatar dan bertingkat, dengan tajuk keseluruhan
berbentuk kerucut yang lebat dan rapat sehingga gelap dibagian
dalammya. Sisi atas daun hijau tua, mengkilap, sisi bawah berbulu
halus keperakan, daun muda berwarna hijau muda sampai
merah jambu.

– Buah muda berwarna cokelat kemerahan yang berubah
menjadi merah terang, kemudian agak kusam jika matang.
Sedangkan daging buah berwarna keputihan, agak keras dan
padat, serta kering. Rasanya manis agak sepat dan berbau khas,
hampir menyerupai bau keju dan durian. Bijinya 0 – 10 butir per buah,
berbentuk baji, ukurannya mencapai 4 x 2,5 x 1,5 cm.
Buah bisbul umumnya dimakan dalam keadaan segar jika matang.
Selain manis, buah ini juga sangat manfaat. Setiap 100 gr buah
bisbul mengandung protein 2,8 gr, lemak 0,2g, karbohidrat 11,8 gr,
serat 1,8 gr, kalsium 46 mg, fosfor 18mg, zat besi 0,6mg,
vitamin A 35 SI, vitamin C 18 mg, tiamin 0,02 mg, robflavin 0,03
 dan energi 332 kj/100 gr. Buah bisbul juga memiliki kandungan
serat yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang demikian kaya,
maka bisbul bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh,
memperbaiki saluran pencernaan, menghaluskan kulit, menjaga
kesehatan mata dan mencegah sembelit

Sumber informasi : https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010643193/ buah-mentega-atau-bisbul-buah-yang-sudah-sangat-langka-di- indonesia/

https://garden.org/plants/view/146964/Velvet-Apple- Diospyros-blancoi/ 

https://rozendale.com/rad/Diospyros_blancoi.html