Nama Lokal: Anyang-anyang,
Nama Latin: Elaeocarpus grandiflorus
Kingdom
Divisi
Sub Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies
: : : : : :
: :  
Plantae
Spermatophyta
Magnoliophyta
Manoliopsida
Malvales
Elaeocarpaceae
Elaeocarpus
Elaeocarpus grandiflora
Origin (Asal)                                  :Berasal dari Filipina. Juga asli Kalimantan, Kamboja, Jawa, Laos, Pulau Sunda Kecil, Malaya, Myanmar, Sumatera, Thailand, Vietnam. Tumbuh terutama di bioma tropis basah.
Sebaran:Tumbuhan ini tersebar di wilayah Indo-China meliputi Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Persebaran di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan.
Perkembangbiakan dan Perlakuan Benih:Perbanyakan anyang-anyang dilakukan dengan setek dan biji. Anyang-anyang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung,  Menurut Sutamto (2010).
Persyaratan tumbuh        :Tanaman ini dapat tumbuh dengan baikk pada kondisi tanah berair dengan sinar matahari yang minim. Oleh karena itu, tanaman anyang-anyang dapat ditemui di daerah rawa dan pinggir pantai.
Bunga:Anyang-anyang bunga dengan empat atau lima kelopak berwarna kuning kuning. Terdapat tonjolan-tonjolan berambut berwarna aneka ragam putih, oranye dan terkadang merah api. Tekstur bunga mirip benang yang menjuntai ke bawah dengan bentuk lemah dan mudah diterbangkan angin. Memiliki rambut yang satu dengan yang lain berukuran sama dan menggantung pada satu kelopak. Tanaman ayang ayang memiliki bunga berjumlah 4-6 bunga. Diameternya berukuran 2 cm hingga 5 cm.
Daun:Bergerumbul pada ujung ranting dahan. Ukurannya hanya beberap mili meter. Daun muda berwarna hijau tua. Bula sudah tua menjadi berwarna merah api. Bentuk daun memanjang dan lancing ke ujungnya. Bergerigi di sisi meski tidak tajam. Tulang daun menyirip dengan tulang pinggir menghadap kea rah ujung daun.
Biji:Terdapat satu biji dengan bentuk memanjang dan celah membujur. Biji pada tumbuhan ini berdiameter kurang lebih 3 mm. Anyang-anyang memiliki buah dengan tipe kendaga, berbentuk bulat telur, bertekstur keras dan memiliki rambut, berwarna hijau pucat. Biji pada tumbuhan ini berdiameter kurang lebih 3 mm.  
Akar:Perakaran pada tumbuhan Anyang anyang adalah perakaran tunggang.
Batang:Batang tumbuh tegak lurus. Memiliki ketinggian mencapai 6 hingga 10 meter. Batang memiliki tekstur tidak berkayu dan memiliki sedikit getah. Cabangnya memiliki tekstur lemah dan beruas dengan jarak 2–5 cm antara ruas yang satu dengan ruas yang lainnya. Tanaman ayang ayang dewasa, bentuk daun dan cabangnya menjadi tidak beraturan. Sekalipun demikian, ini tidak membuat cabang patah karena teksturnya memang lemah tetapi lentur. Hal ini disebabkan pula oleh kandungan getah yang ada di dalamnya yang menjadi penopang cabang dan ranting supaya tetap kokoh.
Musim buah di Indonesia:Pembuahan pada bulan Desember s/d Februari yang berasal dari pembungaan Juni – Oktober.
Kegunaan:Selain sebagai peneduh karena lazim ditanam di tepian jalan, juga menjadi elemen taman karena struktur percabangan dan bunganya yang indah, tanaman rejasa ini juga dikenal sebagai tanaman obat.
Pustaka:https://id.wikipedia.org/wiki/Anyang-anyang.file:///C:/Users/UPT%20Perbenihan%20Jatim/Downloads/Inarxiv%20-%20anyang%20anyang%20(3).pdf.
https://www.kompasiana.com/nprih/5a0aafef516995032f33f7d3/rejasa-flora-identitas-kota-salatiga
Jatim One Stop Seed Services