Oleh : Yunita W

Melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 707/Menhut-II/2013 dan Peraturan Menteri LHK Nomor 396/ MENLHK / PDASHL /DAS.2 /8 /2017 telah ditetapkan 11 (sebelas) jenis tanaman hutan yang benihnya wajib diambil dari sumber benih bersertifikat, yaitu : jati, mahoni, sengon, gmelina, jabon, kemiri, cempaka, gaharu, cendana, pinus dan kayu putih. 

Faktanya, masih banyak ditemui tanaman yang benihnya bukan berasal dari sumber benih bersertifikat.

Bukan tanpa alasan hal ini terjadi, paradigma lama yang menyatakan bahwa benih bersertifikat hasil perkecambahan nya lebih buruk dari benih adalah salah satu pernyataan yang sering ditemui di masyarakat.

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya banyak faktor yang membuat kemampuan perkecambahan sebuah benih menurun.

Petugas pendamping, khususnya penyuluh kehutanan perlu mengetahui informasi terkait hal tersebut dan bukannya justru menyetujui pemahaman salah yang beredar di masyarakat.

Untuk itu, perlu adanya sebuah kegiatan yang bisa menambah wawasan bagi penyuluh kehutanan untuk bisa lebih mengenal tentang benih dan perbenihan tanaman hutan.  Namun  hal tersebut tidak mudah untuk mewujudkannya, seperti kisah klasik, masalah anggaran menjadi hambatan.  Pelatihan teknis, khususnya yang bersifat keahlian, akan lebih baik jika dilaksanakan secara luring.  Sedangkan anggaran yang ada di UPT Perbenihan Tanaman Hutan hanya untuk kegiatan daring.

Bak gayung bersambut, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB menawarkan kerja sama untuk mewujudkan pelatihan ini melalui program Dosen Pulang Kampung.

Narasumber Dosen Pulang Kampung, Pelatihan Perbenihan Tanaman Hutan, Lembah kelud Villa & Glamping, Kediri

Pagi hari, tanggal 6 Oktober 2022, pukul 08.30 WIB, di tengah cuaca yang agak mendung, di lokasi wisata Lembah Kelud Villa dan Glamping, 32 (tiga puluh dua) orang penyuluh kehutanan berkumpul bersama untuk mengikuti pelatihan teknis perbenihan tanaman hutan.  Walaupun alokasi awal hanya untuk 30 (tiga puluh) orang saja, namun semangat yang tinggi untuk menambah ilmu membuat UPT Perbenihan Tanaman Hutan tidak mampu menolak tambahan 2 (dua) orang kawan penyuluh kehutanan ini.

Ada 3 (tiga) materi utama yang diberikan dalam materi ini, yang pertama adalah Pemuliaan Tanaman, melalui materi ini peserta diajak mengenal manfaat pemuliaan, tujuan pemuliaan, cara mengenali pohon plus dan bagaimana melakukan seleksi pohon.  Hama dan Penyakit Tanaman  adalah materi penting berikutnya, khususnya tentang hama dan penyakit tanaman sengon dan jabon yang merupakan jenis tanaman dominan di hutan rakyat saat ini.  Peserta diajak mengenali penyebab, tanda dan gejala dari masing-masing jenis hama dan penyakit, serta apa saja hama dan penyakit yang menyerang tanaman mulai dari fase benih, persemaian, hingga dewasa.

Materi yang terakhir dan tidak kalah penting adalah tentang Penanganan Benih Tanaman Kehutanan.  Selain tahapan-tahapan penting tentang alur penanganan benih mulai panen hingga persemaian, dalam materi ini pula peserta diajak memahami tentang alasan benih bersertifikat sering dianggap tingkat perkecambahannya lebih rendah daripada benih asalan, dan bagaimana cara menghilangkan permasalahan tersebut.

Sebelum dan sesudah pemaparan, peserta diberikan tes tertulis, yang gunanya untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman peserta untuk setiap judul materi.

Tidaklah lengkap jika pelatihan teknis tidak ada praktek lapangnya, sehingga dalam pelatihan ini pun peserta diajak untuk melakukan praktek lapang sesuai jenis materi yang diberikan.

Praktik Lapangan Seleksi Pohon Plus

Peserta dibagi menjadi 3 (tiga) tim, yang dibantu oleh para asisten dosen, dan diberi tugas untuk melakukan seleksi pohon plus sekaligus mengenali hama dan penyakit tanaman yang ada di sekitar lokasi pelatihan, meskipun harus selesai sebelum waktunya gara-gara hujan yang turun tanpa kompromi…

Hasil seleksi kemudian dipaparkan oleh masing-masing perwakilan tim untuk melihat apakah sudah sesuai dengan teori yang diberikan oleh para dosen atau belum.

Seluruh penyuluh kehutanan yang hadir di agenda ini dengan tertib dan antusias mengikuti setiap tahapan materi yang diberikan hingga selesai di sore hari.

Besar harapan kami di UPT Perbenihan Tanaman Hutan bagi penyuluh kehutanan yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi lebih paham tentang benih, akan lebih baik lagi jika menjadi Si Paling Paham Benih tanaman kehutanan, sehingga bisa memberikan pendampingan dan informasi yang tepat pada kelompok tani hutan binaannya.

Menurut sobat benih, perlukah pelatihan seperti ini dibuat rutin setiap tahun? Kami tunggu masukannya di kolom komentar ya..

SALAM JOS3 WANI…

MENJADI SI PALING PAHAM BENIH, MELALUI PELATIHAN TEKNIS PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNTUK PENYULUH KEHUTANAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *