By: Indra Wardhana, S.Hut

Kelompok Tani Hutan atau kita sebut saja KTH adalah organisasiĀ  yang mewadahi para petani yang menjalankan usaha tani berbasis kehutanan. Berbeda dengan petani pangan yang basis usaha taninya adalah komoditi tanaman pangan. KTH memiliki peran besar terhadap tutupan lahan dan rehabilitasi lahan kritis. Mereka menjadi ujung tombak dalam rehabilitasi lahan kritis melalui penghijauan, reboisasi, pembangunan hutan tanaman dan hutan rakyat.

KTH Argo Bumi Lestari merupakan KTH yang ada di Desa Suru Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Memiliki dan mengelola hutan rakyat yang cukup luas di wilayah desanya. Jenis tanaman hutan rakyatnya didominasi oleh Jati (Tectona grandis) dan Gmelina (Gmelina arborea). Yang menarik, terhadap tegakan gmelina-nya KTH ini tidak hanya memanfaatkan kayunya namun biji dari buah gmelina dijadikan benih dijual untuk memenuhi pesanan pasar. Disadari atau tidak KTH ini telah menjadikan tegakan gmelina-nya menjadi sebuah sumber benih.

Dari kegiatan identifikasi potensi sumber benih yang dilakukan oleh seksi sumber benih UPT PTH di desa ini menunjukkan bahwa terdapat potensi sumber benih gmelina yang layak untuk disertifikasi. Hasil pertemuan dan wawancara dengan Ketua KTH Argo Bumi Lestari Bapak Purwito ada harapan yang besar bahwa tegakan gmelina di desanya dapat menjadi sumber benih yang menghasilkan benih dengan harga yang bagus dan serapan pasar yang kontinyu. Selama ini benih yang dijual pada kisaran harga Rp. 100.000,- per kilo. Sebenarnya ini harga yang wajar karena sumber benihnya belum disertifikasi sehingga kategorinya adalah benih asalan jadi harga jual-nya pun murah. Bandingkan bila tegakan gmelina-nya disertifikasi menjadi sumber benih bersertifikat dan benih yang dihasilkan nantinya mempunyai sertifikat mutu benih, harga benih gmelina bersertifikat mulai dari harga Rp. 380.000 – Rp. 1.900.000,- per kg tergantung dari kelas sumber benihnya.

Mengetahui potensi ekonomi yang lebih baik jika sumber benihnya bersertifikat, Pak Purwito bersama dengan penyuluh kehutanan CDK Pacitan Wilayah Kerja Kabupaten Ponorogo mengadakan acara sosialisasi sertifikasi sumber benih  mengundang segenap anggota KTH pemilik tegakan gmelina dengan narasumber dari UPT Perbenihan Tanaman Hutan. Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai sertifikasi sumber benih kepada segenap pengurus dan anggota KTH agar mengetahui dan paham betul manfaat dari sertifikasi sumber benih.

cara sosialisasi ini terselenggara pada tanggal 17 Juni 2021 bertempat di rumah Bapak Purwito. Dibuka oleh Kepala CDK Pacitan Bapak Wardoyo dihadiri oleh segenap anggota KTH dan para penyuluh kehutanan dan pelaksana teknis Wilker Kab. Ponorogo. Materi sosialisasi disampaikaan oleh PEH Ahli Muda UPT PTH Sdr. Indra Wardhana bersama PEH Pelaksana Sdr. Siswanto. Diharapkan setelah sosialisasi ini KTH segera menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan sertifikasi, mulai dari tegakannya, administrasi dokumen dan biaya retribusinya.

Lalu dimana luar biasanya…

Ada ungkapan ā€œjangan beli kucing dalamā€ artinya tidak banyak KTH yang berinisiatif mengadakan sosialisasi sebelum menerima sebuah program. Kebanyakan kegiatan sosialisasi yang menyelenggarakan adalah pihak pemerintah. KTH Argo Bumi Lestari justru berinisiatif memulai. LUAR BIASA.

Biji Jati Putih (Gmelina arbore)

LUAR BIASAā€¦ ADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) SADAR SERTIFIKASIšŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *