By: Indra Wardhana, S.Hut.

Tanaman Porang di bawah Tegakan Sengon

Kok bisa….., “Apa iya …. Dan masih banyak sederet pertanyaan bernada tidak percaya bahkan langsung dianggap hoax. Tenang dulu sobat benih .. mari kita biasakan baca kabar atau informasi sampai tuntas.

            Sobat benih tentu sudah tahu saat ini petani, bukan petani, pegawai, pengusaha bahkan pak Polisi sedang demam menanam Porang. Permintaan pasar ekspor yang cenderung meningkat membuat semua orang kebelet menanam porang. Mengutip laman Indonesia.go.id berdasarkan data Badan Karantina Pertanian menyebutkan bahwa semester pertama  2021, ekspor porang Indonesia mencapai angka 14,8 ribu ton, di mana angka ini melampaui jumlah ekspor semester pertama pada 2019 dengan jumlah 5,7 ribu ton, kenaikan ini menunjukkan aktivitas ekspor sebanyak 160 persen.

Negara-negara yang menerima suplai ekspor utama porang adalah  Cina, Vietnam, hingga Jepang. Selain negara kawasan Asia, Eropa juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor porang. Biasanya porang yang diekspor dikirim dalam bentuk chip atau produk setengah jadi, yang nantinya di negara tujuan ekspor akan diolah menjadi bahan dasar pangan, kosmetik hingga industri.

            “Trus.. apa hubungannya dengan Sengon”…

Penasaran kan… begini petani kita atau kalian sobat benih yang memiliki kebun sengon niatan awal tentu mengharapkan hasil berupa kayu atau benih sengon bila dijadikan sumber benih. Pernah ga kepikir kalo lahan kosong dibawah pohon-pohon sengon itu bisa dimanfaatkan dengan ditanami porang. Nah daripada kosong atau ditumbuhi gulma pengganggu lebih baik kita manfaatkan untuk budidaya Porang yang saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat dunia. Ya masyarakat negara maju sekarang baru tahu dan segera sadar akan manfaat porang, sementara kita justru bangga dengan makanan eropa.

            Pohon sengon memang cepat tumbuh. Biasanya umur 5 tahun sudah kita tebang untuk kita panen kayunya, bahkan kalo sudah ngiler dengan tawaran pedagang umur 4 tahun sudah kita tebang habis. Nah biar ga terlalu bernafsu nebang yang bisa berdampak mengurangi tutupan lahan, nambah kenaikan suhu lingkungan sambil nunggu masa ideal panen kayu sengon kita bisa menanam dan meraup hasil panen porang. Bayangin di satu lahan dalam masa produksi 6 tahun paling lama kita minimal bisa panen porang 2 kali, panen benih sengon 2 kali dan terakhir panen kayu Sengon sekali. Kenapa 6 tahun.. ya penulis maklum untuk apa kita nanam sengon kalo kelamaan panennya emangnya Jati.

            “Oke… trus itung-itungan ekonominya gimana?”

Mau tahu atau … mau tahu banget… 😊  ikuti seri tulisan berikutnya yach..

AWAS!! Menanam Sengon Bisa Panen Porang!

4 gagasan untuk “AWAS!! Menanam Sengon Bisa Panen Porang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *